Related News

Kamis, 15 Oktober 2026

Indonesia dan Timor-Leste Teken BIT, Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi Lebih Luas

Jakarta, 15 Oktober 2026 — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Pemerintah Timor-Leste resmi menandatangani Bilateral Investment Treaty (BIT) di Jakarta, Kamis pagi (15/10). Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Timor-Leste, H.E. Francisco Kalbuadi Lay. Penandatanganan ini menandai realisasi komitmen kedua negara yang diinisiasi dalam pertemuan bilateral pada 2023 dan dilanjutkan melalui serangkaian perundingan sejak November 2024 hingga penyelesaian legal scrubbing pada Agustus 2025. BIT ini menjadi landasan hukum bagi kedua negara untuk mendorong promosi, fasilitasi, dan pelindungan investasi.

Melalui perjanjian ini, Indonesia dan Timor-Leste membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan. BIT diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, mendorong arus modal dan teknologi, serta menciptakan peluang usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di kedua negara. Pelaksanaannya tetap menghormati kewenangan masing-masing negara dalam menetapkan kebijakan nasional yang sah.


"Kami meyakini banyak sekali potensi-potensi kerjasama yang bisa kita elaborasi yang bisa kita kerjakan bersama dan ini akan menjadi landasan untuk kita bisa terus secara kontinu bertemu, mendiskusikan, dan juga menyempurnakan baik dari segi policy, regulasi, percepatan atau pun akselerasi," ucap Menteri Rosan.


Aktivitas investasi antara Indonesia dan Timor Leste selama ini telah menunjukkan tren yang sangat positif. Saat ini, berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta asal Indonesia sangat aktif dalam menggarap proyek-proyek strategis di Timor Leste. Berdasarkan data, terdapat sekitar 120 perusahaan swasta Indonesia yang berinvestasi di Timor Leste, didukung oleh kehadiran BUMN dan entitas besar tanah air seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Pegadaian, Telkomsel, Pertamina International Timor, Waskita Karya, PT PP, dan Adhi Karya.


Hubungan ekonomi Indonesia dan Timor-Leste juga tercermin dalam aktivitas perdagangan kedua negara. Indonesia memasok berbagai komoditas ke Timor-Leste, antara lain kendaraan dan bagiannya, produk olahan tepung, serta lemak dan minyak hewani, dengan nilai perdagangan yang disebutkan mencapai USD 150 juta. Sementara itu, Timor-Leste memasok sejumlah komoditas ke Indonesia, termasuk kopi, teh, rempah-rempah, serta mesin dan peralatan mekanik. Aktivitas perdagangan ini menjadi salah satu landasan untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui implementasi BIT.


Ke depan, melalui BIT ini kedua negara mendorong pertukaran informasi investasi, peluang bisnis, dan keterlibatan sektor swasta yang lebih masif. Indonesia dan Timor Leste membidik kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai dari industri hilir dan manufaktur, pembangunan infrastruktur, pengembangan energi terbarukan, logistik, real estat, hingga teknologi digital.


"Arahan Bapak Presiden adalah policy-nya bahwa kita harus menjadi always be a good neighboring country karena yang harus kita prioritaskan adalah negara-negara tetangga kita. Apapun yang terjadi dengan negara tetangga kita, tentunya akan punya dampak kepada Indonesia," imbuh Menteri Rosan.


Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Francisco Kalbuadi Lay, menyampaikan sukacitanya atas penandatanganan perjanjian yang menandai penguatan komitmen dua negara yang memiliki sejarah panjang hubungan bilateral. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan, “Akhirnya Indonesia sebagai kakak kami mengizinkan kami masuk, rasanya seperti masuk surga, tetapi setelah masuk ternyata ini bukan sepenuhnya surga karena banyak hal yang harus kami penuhi. Tapi kami tidak sendiri karena di sini ada Pak Rosan bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi yang akan membantu kami. Kesepakatan ini telah membuka jalan yang luas, bukan hanya bagi pemerintah kedua negara, tetapi juga bagi masyarakat di kedua negara,” ujar Francisco disambut tawa ringan.


Kerja sama dalam BIT Indonesia-Timor Leste ini ditopang oleh tiga komponen utama yang komprehensif, yaitu: (1) Promosi, guna mendorong dan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan; (2) Fasilitasi, untuk mempermudah arus investasi melalui transparansi, efisiensi, dan kerja sama; serta (3) Pelindungan, yang menjamin pemberian perlakuan adil dan setara serta perlindungan hukum bagi setiap kegiatan investasi.

Melalui penandatanganan BIT ini, Indonesia dan Timor Leste diharapkan dapat membangun kemitraan strategis yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Momen ini menandai permulaan dari babak yang lebih kuat dan ambisius dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Timor Leste untuk bertahun-tahun mendatang. (*)


Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Mochammad Yanuar Reza

Plt. Kepala Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM 

Email: humas@bkpm.go.id

HP/WhatsApp (chat only): +62 812-8334-9995




Powered by sagara 2022