Berita Terkait

Rabu, 16 Agustus 2023

Menteri Bahlil Semangati 15.000 Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya untuk Jadi Pengusaha

Malang, 16 Agustus 2023 – Selepas memberi ceramah di Universitas Indonesia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia bertolak ke Universitas Brawijaya, Malang sore kemarin (14/8) untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) 2023 Universitas Brawijaya (UB). Di hadapan 15.000 mahasiswa baru UB yang tersebar di beberapa lokasi, Menteri Bahlil dengan didampingi oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, memberikan semangat bagi generasi muda untuk turut mengambil peran dalam investasi yaitu dengan menjadi pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Dalam ceramahnya, setelah mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru UB, Menteri Bahlil mengajak mahasiswa untuk mengisi waktu kuliah dengan baik. Tidak hanya mengikuti kuliah dalam kelas, namun juga mempelajari ilmu kepemimpinan (leadership) melalui pengalaman berorganisasi. Selain itu, Menteri Bahlil juga mendorong mahasiswa untuk ambil bagian dalam mendorong investasi dengan cara berwirausaha.


“Negara ini sudah pada jalan yang benar ekonominya, jadi jangan kalian pesimis. Saya minta adik-adik jadi pengusaha andal, jadi seorang entrepreneur, agar kelak kembali ke daerah, ekonominya tumbuh, kalian menjadi pelaku usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. Kelak kalian yang akan membawa negara ini menjadi negara yang dihargai dunia dalam konteks kedaulatan,” ungkap Bahlil.


Menteri Bahlil juga menyampaikan arah kebijakan negara ke depan yaitu membangun investasi melalui hilirisasi. Hilirisasi industri sumber daya alam akan memberikan nilai tambah sehingga Indonesia tidak lagi hanya mengirim bahan mentah sebagai komoditas ekspor. Apalagi, negara ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, bahkan 25% cadangan nikel dunia berada di Indonesia.


“Kenapa kita harus menciptakan nilai tambah? Kedaulatan bangsa harus menjadi hal terpenting yang kita pegang. Negara ini negara kaya, tetapi nilai tambah semua sumber daya alam justru dirasakan oleh negara lain. Kita mulai masuk kembangkan nikel untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu penghasil baterai kendaraan listrik terbesar di dunia,” jelas Bahlil.


Menyambut baik ajakan Menteri Bahlil, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo menyampaikan bahwa Universitas Brawijaya sebagai kampus entrepreneur (wirausaha) sangat mendorong mahasiswa untuk dapat menjadi seorang profesional dengan kemampuan akademik yang baik dan juga memiliki karakteristik wirausaha.


“Kampus Universitas Brawijaya siap untuk bersinergi menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja melalui investasi. Selain itu, sebagai kampus wirausaha, kami tentunya mendorong peserta didik kami untuk bisa memanfaatkan peluang wirausaha khususnya dalam mendukung investasi di bidang hilirisasi,” ucap Widodo.


Usai pidato Menteri Investasi, sesi tanya jawab berlangsung meriah. Ferdian Tri Kusuma, seorang mahasiswa baru Fakultas Vokasi Prodi Administrasi Bisnis asal Lamongan, berkesempatan bertanya kepada Bahlil terkait beredar informasi 25% pelajar di Indonesia yang mulai berinvestasi di pasar modal dengan nilai aset 13 triliun rupiah, tanpa memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai investasi di sektor keuangan. 


“Saya lihat kamu luar biasa sekali, punya sikap berani dan gentle. Ciri seorang pengusaha itu ada pada kamu. Mau ngga kamu kontrak sama saya?” tawar Bahlil yang kagum dengan pertanyaan Ferdian dan seketika disambut teriakan "Mau Pak" ujar Ferdian dan dimeriahkan dengan riuh tepuk tangan oleh para peserta. "Mulai hari ini saya minta kamu sekolah! Saya kasih beasiswa sampai selesai, tapi nanti kamu kontrak sama saya ya?" tambah Bahlil.


“Saya sangat berterima kasih. Saya tidak akan menyianyiakan kesempatan ini. Amanah ini akan saya jalankan dengan baik,” ucap Ferdian di kesempatan terpisah. Ferdinan terlihat gembira mendapatkan kejutan hadiah beasiswa selama pendidikan kuliahnya dan tawaran kerja di perusahaan milik Menteri Investasi.


Yohannes Andre, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dari Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang juga merupakan salah satu mahasiswa baru dengan disabilitas, saat ditanya oleh Bahlil apakah ingin menjadi pengusaha, Andre menjawab: “Saya ingin membangun usaha startup aplikasi dan website untuk membantu pengusaha kecil yang ada di mana-mana,” ucap Andre yang kemudian diberikan dukungan modal Rp50 juta serta beasiswa kuliah sampai selesai oleh Menteri Investasi.


Kegiatan road show dari kampus ke kampus oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM di tahun ini merupakan kali kedua setelah tahun lalu berkunjung ke 7 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Kampus pertama di tahun ini yang dikunjunginya adalah Universitas Indonesia dan kemudian langsung dilanjutkan ke Universitas Brawijaya pada hari yang sama. Dengan mengangkat tema utama hilirisasi di setiap kesempatan, diharapkan generasi muda di seluruh Indonesia memahami arah kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan komoditas mineral di Indonesia melalui hilirisasi sehingga dapat membantu mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju tahun 2045.(*)


Powered by sagara 2022